Connect with us

Si Kalem dari Jepara yang Jadi Raja Downhill

Khoiful Mukhib

“Ini berkah dari istri saya yang sedang hamil dan anak saya yang masih dalam kandungan,” ujar Khoiful Mukhib, sang perebut emas Asian Games 2018 dari cabor balap sepeda downhill.

Ya, begitulah sang juara. Saat dirinya tengah berjuang mengharumkan negara, istrinya tengah hamil besar. Malah sang bayi diprediksi akan lahir September mendatang.

Rupanya, hal itulah yang menginspirasi dirinya. Ia pun bisa lebih tenang, fokus, dan tetap optimisme mewujudkan tekadnya, emas.

“Sejak awal saya juga bilang sama diri sendiri, harus bisa emas,” ungkap pebalap sepeda downhill asal Jepara itu.

Baca Juga:

Di dunia sepeda, Mukhib sebenarnya sudah kenyang pengalaman. Meski usianya masih terbilang muda, ia sudah mengenal sepeda BMX sejak usia 8 tahun.

Ia belajar menguasai BMX di kota kelahirannya, Jepara. Dari situ pula ia mencoba sejumlah kejuaraan.

Tak disangka, ia mampu memenangi beberapa kejuaraan-kejuaraan kecil. Dari situ juga ia mengaku makin ketagihan dengan olahraga ekstrem ini.

“Saya cukup lama di BMX bersama Toni (Syarifudin). Toni sering mengikuti kejuaraan di Jepara dan saya juga suka ikut main di Solo. Tapi karena ada tawaran yang lebih menarik, saya akhirnya pindah ke downhill. Meski begitu, saya  masih sering bermain BMX,” kata Mukhib.

Lama di olahraga ektrem, Mukhib juga sering terluka. Ia bahkan pernah mengalami patah tulang bahu saat berlatih BMX sekitar tahun 2007.

Semua makin berubah ketika ia bertemu Manajer 76 Team Rudy Purnomo, saat berlangsung kejuaraan BMX di Jepara pada 2009. Melihat kemampuan Mukhib, Manajer 76 Team itu  menawari Mukhib untuk bergabung dengan tim yang akan dikembangkan itu.

Khoiful Mukhib saat itu masih meminjam sepeda. Ia pun sudah bergabung di 76 Team sampai sekarang.

“Waktu itu di tim saya belum ada pelatih, jadi saya belajar dari atlet lain. Saya pun mulai ikut kejuaraan-kejuaraan dan sempat menjadi juara nasional pada 2010. Waktu itu namanya UKDI belum IDH (Indonesia Downhill),” jelas anak ketiga dari enam bersaudara itu.

Memang, di downhill, prestasi Mukhib bisa dibilang memang bersinar. Dia menjadi juara nasional kelas elite pada IDH 2012 dan 2013,. Kemudian berhasil ia ulang lagi pada 2017.

Sayang pada PON Jabar 2016, Mukhib dikalahkan oleh Popo Ario Sejati dalam perebutan medali emas.

Tapi bersama Popo pulalah Mukhib kemudian mewakili Indonesia di Asian Games 2018. Catatan waktunya kalah dari Popo saat babak kualifikasi, tetapi Mukhib tetap tampil tenang dan kemudian merebut medali emas untuk Indonesia.

Mukhib dikenal sebagai seorang yang tak banyak bicara. Lantaran sifatnya yang kalem itu ia sering diragukan banyak orang.

Tapi justru pembawaannya yang kalem itulah yang menjadi kunci kekuatan Mukhib dalam mengontrol emosinya saat balapan.

“Kalau soal skill rata-rata pebalap di Asia ini sama saja. Satu level lah. Yang akan membedakan adalah bagaimana kita bisa mengontrol emosi dan sangat fokus saat balapan. Di downhill ini fokus itu adalah segalanya. Kalau tidak bisa fokus yang bisa celaka,” papar pria kelahiran 1990 itu.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Reuni Alumni 212 Jelas Kapitalisasi Agama demi Kepentingan Politik

Oleh

Fakta News
Reuni Alumni 212

Jakarta – Reuni Alumni 212 yang bakal digelar awal Desember di Lapangan Monas Jakarta dianggap bentuk kapitalisasi agama demi kepentingan politik. Reuni tersebut seharusnya tidak diadakan lantaran tuntutan aksi 212 sudah diakomodasi.

Hal tersebut diungkapkan pengamat politik Lingkar Madani. Ia menilai kegiatan alumni 212 ini bukan murni kegiatan agama, melainkan kegiatan politik. Ia juga keheranan mengapa harus ada acara tersebut. Pasalnya, tuntutan aksi 212 sudah dipenuhi dengan Basuki Tjahaja Purnama dipenjara.

“Itu sudah jelas politik, enggak ada hubungannya lagi dengan agama, enggak ada hubungannya dengan dakwah, apa yang mereka tuntut sudah dipenjara kok. Apalagi gunanya, itu politik murni politik, murni untuk kepentingan politik. Enggak ada hubungannya dengan dakwah. Saya pikir mereka hanya mau mengapitalisasi agama ini. Mengapitalisasi agama terus-menerus untuk kepentingan politik. Enggak ada hubungannya dengan dakwah,” kata Ray kepada wartawan di D’Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/11).

Ray pun mengaku masih belum paham apa sebenarnya tujuan acara reuni alumni 212. Ia membandingkan dengan demonstrasi 1998 untuk menggulingkan rezim Soeharto dan Orde Baru. Usai berhasil menggulingkan, tak ada perkumpulan alumni maupun acara reuninya.

“Yang saya juga enggak mengerti tujuannya apa? Masak demonstrasi pakai alumni, alumni pakai reuni. Ada-ada saja. Yang besar sekali pun perjuangan 98 itu ya berhenti di 98. Waktu jatuh ya jatuh. Bahwa anggotanya membentuk kelompok-kelompok tertentu ya silakan saja. Enggak ada reuni 98 yang jatuhin soeharto, enggak ada,” imbuhnya.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Kubu Jokowi Anggap Amien Rais Tidak Dewasa dalam Berpolitik

Oleh

Fakta News
Bersikap toleran
Amien Rais.(Istimewa)
asasasasa

Jakarta – Kubu Joko Widodo-Maruf Amin menilai, pernyataan Amien Rais yang memaksa Muhammadiyah untuk memihak salah satu calon di pemilihan presiden menunjukkan sikap Amien Rais yang tidak dewasa dalam berpolitik.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Tim Kampanye Jokowi-Maruf Amin Ace Hasan Syadzily. Selain menunjukkan Amin Rais tidak dewasa, pernyataan tersebut juga menunjukkan bahwa sosok Amien Rais bukan negarawan tulen.

“Hanya karena beliau pendukung Prabowo-Sandi mau mendikte Muhamamdiyah mendukung paslon tertentu. Itu menunjukkan ketidakdewasaan politik sebagai politisi yang dikenal selalu menjaga demokrasi,” jelas Ace, seperti dikutip dari Merdeka.com, Rabu (21/11).

Justru, dengan paksaan dan desakan tersebut, suara Muhammadiyah malah enggan memilih Prabowo-Sandi. “Kalau terus menerus seperti itu, saya tidak yakin Prabowo mendapatkan dukungan dari Muhammadiyah,” tegasnya.

Sikap tersebut sama sekali tidak mencerminkan sosok negarawan. Politikus Partai Golkar ini menambahkan, sebagai negarawan, seharusnya Amien Rais menjaga agar ormas, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, tidak diseret ke ranah politik praktis.

“Sebetulnya secara organisasi Muhammadiyah dan NU tidak menunjukkan dukungan secara tegas, itu perlu terus dijaga bahwa citra ormas Islam tidak terseret ke dalam politik praktis hanya untuk kekuasaan semata,” tegasnya lagi.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Penggunaan Teknologi VAR di Liga Champions Dipercepat?

Oleh

Fakta News
var
Ilustrasi.(Foto: Istimewa)

Jakarta – Setelah sukses digunakan dalam beberapa turnamen FIFA, ternyata kehadiran teknologi Video Assistant Refree (VAR) disambut baik oleh sejumlah klub Eropa.

Video Asisten Wasit (VAR) kemungkinan besar akan segera diterapkan di ajang Liga Champions, tepatnya ketika memasuki babak knock out alias fase gugur di musim ini. Wacana tersebut langsung berasal dari Presiden UEFA Aleksander Ceferin dan Ketua Asosiasi Klub Eropa Andrea Agnelli.

Dilansir dari Soccerway, Selasa (20/11), sebelumnya VAR sendiri akan diberlakukan di Liga Champions mulai musim depan, namun belakangan wacana tersebut akan dipercepat dalam rangka untuk proses pengujian teknologi tersebut.

“Kami sudah mulai melakukan semua persiapan. [Kepala wasit UEFA] Roberto Rosetti dan timnya sangat bagus. Ada sudut pandang penting – wasit dan semua aspek teknis,” kata Ceferin dalam konferensi pers di Brussels.

“Saya mengharapkan laporan dalam seminggu atau lebih dan kemudian kita akan melihat kapan kita dapat menerapkannya. Pada musim depan yang terbaru,” sambungnya.

Senada dengan Ceferin, Agnelli yang notabene merupakan pemilik Juventus siap mendukung wacana UEFA untuk mempercepat penerapan VAR di ajang Liga Champions.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya