Connect with us

Ketua DPP NasDem Tulis Puisi Balasan untuk Fadli Zon

Ketua DPP Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago(Foto: Istimewa)

Jakarta – Ketua DPP Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago membuat puisi balasan untuk Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, Senin (12/11).

Puisi yang ditulis Irma ini tentunya untuk membalas pusi Fadli yang berjudul ‘Ada Genderuwo di Istana’ dengan ciri-ciri brewokan. Puisi tersebut di publiskasikan Fadli di akun Twiter miliknya pada Minggu (11/11).

Adapun pusi balasan yang ditulis Irma untuk Fadli Zon itu berjudul “Ada Kacung Jadi Ratu”. Dimana dalam puisi tersebut terkandung deskripsi kata kacung yang ‘chubby’ atau tembam.

Baca juga:

Isi Puisi Balasan untuk Fadli Zon

Chubby yang dimaksud Irma disini adalah gendut dan lucu. Berikut petisan puisi balasan tersebut.

Ada Kacung Jadi Ratu 

Ada kacung jadi ratu,
Tiap hari kerjanya mematut diri dgn puisi,
Cari panggung sana sini 
Bikin issue issue bau terasi 

Ada kacung chubby lagi sakit gigi 
Heboh teriak sana teriak sini 
Mumpung masih punya kursi untuk meng Expo se diri 

Ada kacung chubby terus sibuk mencaci maki
Maklum baru dapat kursi untuk existensi diri tanpa prestasi 
Gayanya persis gembong PKI

Ada kacung gendut mimpi jadi menteri, 
Tiap hari sibuk maki kanan kiri 
Tidak sadar dan ukur diri, mabuk dan merasa seksi 

Ada Petruk chubby jadi ratu
Lucu seperti boneka barby 
Tiap hari cari sensasi, bikin puisi caci maki 

Ada Petruk jadi ratu 
Sadar diri tdk punya prestasi
Jilat sana jilat sini dgn puisi bau terasi 

Ada Petruk mimpi pingin jadi sutradara
Lakon “perempuan tua digebuki massa” 
Sayang pagi datang, 
mimpi buyar polisi tiba 

Petruk chubby mmg nakal dan lucu
Terus cari peluang ditempat tempat bau 
Terus berjuang tanpa kenal malu 
Meski SARA, hoax dan fitnah selalu hancur jadi debu

Baca juga: Kubu Jokowi-Maruf Targetkan 80 Persen Suara di Sulawesi Utara

Ong

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Reuni Alumni 212 Jelas Kapitalisasi Agama demi Kepentingan Politik

Oleh

Fakta News
Reuni Alumni 212

Jakarta – Reuni Alumni 212 yang bakal digelar awal Desember di Lapangan Monas Jakarta dianggap bentuk kapitalisasi agama demi kepentingan politik. Reuni tersebut seharusnya tidak diadakan lantaran tuntutan aksi 212 sudah diakomodasi.

Hal tersebut diungkapkan pengamat politik Lingkar Madani. Ia menilai kegiatan alumni 212 ini bukan murni kegiatan agama, melainkan kegiatan politik. Ia juga keheranan mengapa harus ada acara tersebut. Pasalnya, tuntutan aksi 212 sudah dipenuhi dengan Basuki Tjahaja Purnama dipenjara.

“Itu sudah jelas politik, enggak ada hubungannya lagi dengan agama, enggak ada hubungannya dengan dakwah, apa yang mereka tuntut sudah dipenjara kok. Apalagi gunanya, itu politik murni politik, murni untuk kepentingan politik. Enggak ada hubungannya dengan dakwah. Saya pikir mereka hanya mau mengapitalisasi agama ini. Mengapitalisasi agama terus-menerus untuk kepentingan politik. Enggak ada hubungannya dengan dakwah,” kata Ray kepada wartawan di D’Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/11).

Ray pun mengaku masih belum paham apa sebenarnya tujuan acara reuni alumni 212. Ia membandingkan dengan demonstrasi 1998 untuk menggulingkan rezim Soeharto dan Orde Baru. Usai berhasil menggulingkan, tak ada perkumpulan alumni maupun acara reuninya.

“Yang saya juga enggak mengerti tujuannya apa? Masak demonstrasi pakai alumni, alumni pakai reuni. Ada-ada saja. Yang besar sekali pun perjuangan 98 itu ya berhenti di 98. Waktu jatuh ya jatuh. Bahwa anggotanya membentuk kelompok-kelompok tertentu ya silakan saja. Enggak ada reuni 98 yang jatuhin soeharto, enggak ada,” imbuhnya.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Kubu Jokowi Anggap Amien Rais Tidak Dewasa dalam Berpolitik

Oleh

Fakta News
Bersikap toleran
Amien Rais.(Istimewa)
asasasasa

Jakarta – Kubu Joko Widodo-Maruf Amin menilai, pernyataan Amien Rais yang memaksa Muhammadiyah untuk memihak salah satu calon di pemilihan presiden menunjukkan sikap Amien Rais yang tidak dewasa dalam berpolitik.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Tim Kampanye Jokowi-Maruf Amin Ace Hasan Syadzily. Selain menunjukkan Amin Rais tidak dewasa, pernyataan tersebut juga menunjukkan bahwa sosok Amien Rais bukan negarawan tulen.

“Hanya karena beliau pendukung Prabowo-Sandi mau mendikte Muhamamdiyah mendukung paslon tertentu. Itu menunjukkan ketidakdewasaan politik sebagai politisi yang dikenal selalu menjaga demokrasi,” jelas Ace, seperti dikutip dari Merdeka.com, Rabu (21/11).

Justru, dengan paksaan dan desakan tersebut, suara Muhammadiyah malah enggan memilih Prabowo-Sandi. “Kalau terus menerus seperti itu, saya tidak yakin Prabowo mendapatkan dukungan dari Muhammadiyah,” tegasnya.

Sikap tersebut sama sekali tidak mencerminkan sosok negarawan. Politikus Partai Golkar ini menambahkan, sebagai negarawan, seharusnya Amien Rais menjaga agar ormas, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, tidak diseret ke ranah politik praktis.

“Sebetulnya secara organisasi Muhammadiyah dan NU tidak menunjukkan dukungan secara tegas, itu perlu terus dijaga bahwa citra ormas Islam tidak terseret ke dalam politik praktis hanya untuk kekuasaan semata,” tegasnya lagi.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Penggunaan Teknologi VAR di Liga Champions Dipercepat?

Oleh

Fakta News
var
Ilustrasi.(Foto: Istimewa)

Jakarta – Setelah sukses digunakan dalam beberapa turnamen FIFA, ternyata kehadiran teknologi Video Assistant Refree (VAR) disambut baik oleh sejumlah klub Eropa.

Video Asisten Wasit (VAR) kemungkinan besar akan segera diterapkan di ajang Liga Champions, tepatnya ketika memasuki babak knock out alias fase gugur di musim ini. Wacana tersebut langsung berasal dari Presiden UEFA Aleksander Ceferin dan Ketua Asosiasi Klub Eropa Andrea Agnelli.

Dilansir dari Soccerway, Selasa (20/11), sebelumnya VAR sendiri akan diberlakukan di Liga Champions mulai musim depan, namun belakangan wacana tersebut akan dipercepat dalam rangka untuk proses pengujian teknologi tersebut.

“Kami sudah mulai melakukan semua persiapan. [Kepala wasit UEFA] Roberto Rosetti dan timnya sangat bagus. Ada sudut pandang penting – wasit dan semua aspek teknis,” kata Ceferin dalam konferensi pers di Brussels.

“Saya mengharapkan laporan dalam seminggu atau lebih dan kemudian kita akan melihat kapan kita dapat menerapkannya. Pada musim depan yang terbaru,” sambungnya.

Senada dengan Ceferin, Agnelli yang notabene merupakan pemilik Juventus siap mendukung wacana UEFA untuk mempercepat penerapan VAR di ajang Liga Champions.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya