Connect with us

Perempuan Desa Inspiratif di Bidang Pengelolaan Sampah

Nina Nuraniyah 2

Nina memulai semuanya pada 2009. Saat itu dia kembali ke rumah, setelah beberapa tahun menjadi relawan penyelamat hewan yang bermarkas di Gunung Halimun-Salak. Nina juga sudah lama tergabung dalam organisasi lingkungan.

Bungsu tujuh bersaudara ini mengaku mendapat gagasan kegiatan pengolahan sampah saat melihat ibunya sendiri yang cuma membakar sampah begitu saja. Saat berjalan keluar pun ia mendapati hal yang sama di keluarga lainnya.

Hingga tercetuslah ide mengapa ia tidak memanfaatkan sampah-sampah tersebut menjadi sesuatu yang berguna. “Dulu lihat ibu (almarhum) sendiri buang sampah di belakang rumah, terus sampahnya dibakar. Lihat tetangga juga sama. Kenapa saya jauh-jauh ngurusin banyak hal kalau di sekitar saya masih kaya gini,” terang Nina.

Ia pun mulai bergerak memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Melalui pengajian rutin yang diadakan kampung, Nina berusaha menggaet ibu-ibu untuk turut serta.

Di pengajian, ia meminta waktu sebentar untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman tentang sampah. Beberapa lantas tertarik untuk bergabung dan mengetahu lebih dalam.

Awalnya Nina bergerak melalui Komunitas Green Earth yang melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah. Ia rutin mengunjungi berbagai sekolah dan mengajarkan berbagai bentuk pemanfaatan sampah.

Komunitas ini lalu ia transformasikan dengan menggandeng ibu-ibu di daerah rumahnya. Ia lantas mendirikan Yayasan Greena seiring kegiatannya yang cukup luas.

“Jadi Greena adalah sebuah lembaga yang bergerak di bidang pengolahan sampah, mulai bank sampah, daur ulang sampah, hingga berbagai pemanfaatan sampah lainnya,” terangnya.

Dari situ, perempuan berusia 34 tahun ini memang mendirikan bank sampah sekaligus pengolahannya. Setiap Senin dan Kamis, dilakukan pembelian sampah dari masyarakat.

Sampah yang bisa diolah lalu dibersihkan dan disiapkan untuk dibentuk menjadi berbagai macam barang yang berdaya guna. Untuk sampah botol, tutup botol, dan plastik lain dibawa ke paktori.

Ya, Paktori. Ini adalah sebutan ibu-ibu dan warga Cisalopa untuk kata factory (pabrik). Karena sebagian orang Sunda, maka factory kerap disebut paktori. “Itu semacam pabrik pengolahan plastik. Ada mesin pencacah dan pembersih,” katanya.

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Reuni Alumni 212 Jelas Kapitalisasi Agama demi Kepentingan Politik

Oleh

Fakta News
Reuni Alumni 212

Jakarta – Reuni Alumni 212 yang bakal digelar awal Desember di Lapangan Monas Jakarta dianggap bentuk kapitalisasi agama demi kepentingan politik. Reuni tersebut seharusnya tidak diadakan lantaran tuntutan aksi 212 sudah diakomodasi.

Hal tersebut diungkapkan pengamat politik Lingkar Madani. Ia menilai kegiatan alumni 212 ini bukan murni kegiatan agama, melainkan kegiatan politik. Ia juga keheranan mengapa harus ada acara tersebut. Pasalnya, tuntutan aksi 212 sudah dipenuhi dengan Basuki Tjahaja Purnama dipenjara.

“Itu sudah jelas politik, enggak ada hubungannya lagi dengan agama, enggak ada hubungannya dengan dakwah, apa yang mereka tuntut sudah dipenjara kok. Apalagi gunanya, itu politik murni politik, murni untuk kepentingan politik. Enggak ada hubungannya dengan dakwah. Saya pikir mereka hanya mau mengapitalisasi agama ini. Mengapitalisasi agama terus-menerus untuk kepentingan politik. Enggak ada hubungannya dengan dakwah,” kata Ray kepada wartawan di D’Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/11).

Ray pun mengaku masih belum paham apa sebenarnya tujuan acara reuni alumni 212. Ia membandingkan dengan demonstrasi 1998 untuk menggulingkan rezim Soeharto dan Orde Baru. Usai berhasil menggulingkan, tak ada perkumpulan alumni maupun acara reuninya.

“Yang saya juga enggak mengerti tujuannya apa? Masak demonstrasi pakai alumni, alumni pakai reuni. Ada-ada saja. Yang besar sekali pun perjuangan 98 itu ya berhenti di 98. Waktu jatuh ya jatuh. Bahwa anggotanya membentuk kelompok-kelompok tertentu ya silakan saja. Enggak ada reuni 98 yang jatuhin soeharto, enggak ada,” imbuhnya.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Kubu Jokowi Anggap Amien Rais Tidak Dewasa dalam Berpolitik

Oleh

Fakta News
Bersikap toleran
Amien Rais.(Istimewa)
asasasasa

Jakarta – Kubu Joko Widodo-Maruf Amin menilai, pernyataan Amien Rais yang memaksa Muhammadiyah untuk memihak salah satu calon di pemilihan presiden menunjukkan sikap Amien Rais yang tidak dewasa dalam berpolitik.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Tim Kampanye Jokowi-Maruf Amin Ace Hasan Syadzily. Selain menunjukkan Amin Rais tidak dewasa, pernyataan tersebut juga menunjukkan bahwa sosok Amien Rais bukan negarawan tulen.

“Hanya karena beliau pendukung Prabowo-Sandi mau mendikte Muhamamdiyah mendukung paslon tertentu. Itu menunjukkan ketidakdewasaan politik sebagai politisi yang dikenal selalu menjaga demokrasi,” jelas Ace, seperti dikutip dari Merdeka.com, Rabu (21/11).

Justru, dengan paksaan dan desakan tersebut, suara Muhammadiyah malah enggan memilih Prabowo-Sandi. “Kalau terus menerus seperti itu, saya tidak yakin Prabowo mendapatkan dukungan dari Muhammadiyah,” tegasnya.

Sikap tersebut sama sekali tidak mencerminkan sosok negarawan. Politikus Partai Golkar ini menambahkan, sebagai negarawan, seharusnya Amien Rais menjaga agar ormas, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, tidak diseret ke ranah politik praktis.

“Sebetulnya secara organisasi Muhammadiyah dan NU tidak menunjukkan dukungan secara tegas, itu perlu terus dijaga bahwa citra ormas Islam tidak terseret ke dalam politik praktis hanya untuk kekuasaan semata,” tegasnya lagi.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Penggunaan Teknologi VAR di Liga Champions Dipercepat?

Oleh

Fakta News
var
Ilustrasi.(Foto: Istimewa)

Jakarta – Setelah sukses digunakan dalam beberapa turnamen FIFA, ternyata kehadiran teknologi Video Assistant Refree (VAR) disambut baik oleh sejumlah klub Eropa.

Video Asisten Wasit (VAR) kemungkinan besar akan segera diterapkan di ajang Liga Champions, tepatnya ketika memasuki babak knock out alias fase gugur di musim ini. Wacana tersebut langsung berasal dari Presiden UEFA Aleksander Ceferin dan Ketua Asosiasi Klub Eropa Andrea Agnelli.

Dilansir dari Soccerway, Selasa (20/11), sebelumnya VAR sendiri akan diberlakukan di Liga Champions mulai musim depan, namun belakangan wacana tersebut akan dipercepat dalam rangka untuk proses pengujian teknologi tersebut.

“Kami sudah mulai melakukan semua persiapan. [Kepala wasit UEFA] Roberto Rosetti dan timnya sangat bagus. Ada sudut pandang penting – wasit dan semua aspek teknis,” kata Ceferin dalam konferensi pers di Brussels.

“Saya mengharapkan laporan dalam seminggu atau lebih dan kemudian kita akan melihat kapan kita dapat menerapkannya. Pada musim depan yang terbaru,” sambungnya.

Senada dengan Ceferin, Agnelli yang notabene merupakan pemilik Juventus siap mendukung wacana UEFA untuk mempercepat penerapan VAR di ajang Liga Champions.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya