Connect with us

Alum Ditemukan, Pemerintah Argentina Ucapkan Terima Kasih

Poster hilangnya Alum di Indonesia disebar Kedubes Argentina(Foto: Istimewa)

Buenos Aires – Kementerian Luar Negeri dan Agama Republik Argentina melalui Informacion para la Prensa/Press Release No: 137/18 menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Republik Indonesia khususnya jajaran Kepolisian, Interpol Indonesia, Kementerian Luar Negeri dan masyarakat Indonesia dalam penanganan hilangnya warga negara Argentina Alum Langone Avalos yang ditemukan di Toraja, Sulawesi Selatan, Selasa (6/2/2018)

“Pemerintah Republik Argentina turut menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang baik seluruh pihak dengan Kedutaan Besarnya di Jakarta dalam menindaklanjuti kasus ini”, demikian bunyi Press Release seperti disampaikan KBRI di Buenos Aires, Rabu (7/2/2018).

Alum adalah bocah Argentina berusia 7 tahun. Ia dibawa pergi dari Argentina oleh ayahnya sendiri, Jorge Gabriel Langone sejak Juni 2017, pascapengadilan memutuskan hak asuh Alum jatuh ke tangan ibunya, Elizabeth Avalos.

Alum ditemukan bersama ayah kandungnya, Jorge Langone dan pasangannya bernama Candela Gutierrez di Wisma Sallebayu Restaurant and Bungalows di Toraja Utara. Keduanya masuk daftar pencarian orang di negaranya dan masuk daftar red notice di Interpol.

Saat ini, Alum telah bertemu dengan ibunya Elizabeth Avalos dan pejabat Kedutaan Besar Republik Argentina di Jakarta.

Ucapan terima kasih juga disampaikan secara khusus oleh Menteri Luar Negeri dan Agama Republik Argentina Jorge Faurie melalui saluran resmi maupun media sosial. “Alum saat ini telah bersama ibunya, terima kasih bantuan penegak hukum dan masyarakat Indonesia serta staf Kedutaan Besar Argentina di Indonesia”, demikian disampaikan Menlu Jorge Faurie di Twitter.

Beberapa surat kabar besar di Argentina seperti La Nacion dan Infobae juga turut memuat penyelesaian kasus Alum dan mengapresiasi kerjasama dan bantuan Pemerintah Indonesia.

Tak ketinggalan, Dubes Argentina untuk Indonesia, Ricardo Luis Bocalandro yang turut menyampaikan apresiasi pada otoritas Indonesia. Ia bahkan secara langsung berterima kasih pada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Kami benar-benar mendapatkan tanggapan yang luar biasa dari Otoritas Indonesia. Jadi saya datang hari ini kepada Pak Tito, untuk mengucapkan terima kasih atas tanggapan yang sangat membantu ini. Berkat polisi, bantuan media, kami orang Argentina benar-benar berterima kasih kepada kalian semua,” ujar Ricardo usai bertemu Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/2/2018).

 

Monica

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Reuni Alumni 212 Jelas Kapitalisasi Agama demi Kepentingan Politik

Oleh

Fakta News
Reuni Alumni 212

Jakarta – Reuni Alumni 212 yang bakal digelar awal Desember di Lapangan Monas Jakarta dianggap bentuk kapitalisasi agama demi kepentingan politik. Reuni tersebut seharusnya tidak diadakan lantaran tuntutan aksi 212 sudah diakomodasi.

Hal tersebut diungkapkan pengamat politik Lingkar Madani. Ia menilai kegiatan alumni 212 ini bukan murni kegiatan agama, melainkan kegiatan politik. Ia juga keheranan mengapa harus ada acara tersebut. Pasalnya, tuntutan aksi 212 sudah dipenuhi dengan Basuki Tjahaja Purnama dipenjara.

“Itu sudah jelas politik, enggak ada hubungannya lagi dengan agama, enggak ada hubungannya dengan dakwah, apa yang mereka tuntut sudah dipenjara kok. Apalagi gunanya, itu politik murni politik, murni untuk kepentingan politik. Enggak ada hubungannya dengan dakwah. Saya pikir mereka hanya mau mengapitalisasi agama ini. Mengapitalisasi agama terus-menerus untuk kepentingan politik. Enggak ada hubungannya dengan dakwah,” kata Ray kepada wartawan di D’Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/11).

Ray pun mengaku masih belum paham apa sebenarnya tujuan acara reuni alumni 212. Ia membandingkan dengan demonstrasi 1998 untuk menggulingkan rezim Soeharto dan Orde Baru. Usai berhasil menggulingkan, tak ada perkumpulan alumni maupun acara reuninya.

“Yang saya juga enggak mengerti tujuannya apa? Masak demonstrasi pakai alumni, alumni pakai reuni. Ada-ada saja. Yang besar sekali pun perjuangan 98 itu ya berhenti di 98. Waktu jatuh ya jatuh. Bahwa anggotanya membentuk kelompok-kelompok tertentu ya silakan saja. Enggak ada reuni 98 yang jatuhin soeharto, enggak ada,” imbuhnya.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Kubu Jokowi Anggap Amien Rais Tidak Dewasa dalam Berpolitik

Oleh

Fakta News
Bersikap toleran
Amien Rais.(Istimewa)
asasasasa

Jakarta – Kubu Joko Widodo-Maruf Amin menilai, pernyataan Amien Rais yang memaksa Muhammadiyah untuk memihak salah satu calon di pemilihan presiden menunjukkan sikap Amien Rais yang tidak dewasa dalam berpolitik.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Tim Kampanye Jokowi-Maruf Amin Ace Hasan Syadzily. Selain menunjukkan Amin Rais tidak dewasa, pernyataan tersebut juga menunjukkan bahwa sosok Amien Rais bukan negarawan tulen.

“Hanya karena beliau pendukung Prabowo-Sandi mau mendikte Muhamamdiyah mendukung paslon tertentu. Itu menunjukkan ketidakdewasaan politik sebagai politisi yang dikenal selalu menjaga demokrasi,” jelas Ace, seperti dikutip dari Merdeka.com, Rabu (21/11).

Justru, dengan paksaan dan desakan tersebut, suara Muhammadiyah malah enggan memilih Prabowo-Sandi. “Kalau terus menerus seperti itu, saya tidak yakin Prabowo mendapatkan dukungan dari Muhammadiyah,” tegasnya.

Sikap tersebut sama sekali tidak mencerminkan sosok negarawan. Politikus Partai Golkar ini menambahkan, sebagai negarawan, seharusnya Amien Rais menjaga agar ormas, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, tidak diseret ke ranah politik praktis.

“Sebetulnya secara organisasi Muhammadiyah dan NU tidak menunjukkan dukungan secara tegas, itu perlu terus dijaga bahwa citra ormas Islam tidak terseret ke dalam politik praktis hanya untuk kekuasaan semata,” tegasnya lagi.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Penggunaan Teknologi VAR di Liga Champions Dipercepat?

Oleh

Fakta News
var
Ilustrasi.(Foto: Istimewa)

Jakarta – Setelah sukses digunakan dalam beberapa turnamen FIFA, ternyata kehadiran teknologi Video Assistant Refree (VAR) disambut baik oleh sejumlah klub Eropa.

Video Asisten Wasit (VAR) kemungkinan besar akan segera diterapkan di ajang Liga Champions, tepatnya ketika memasuki babak knock out alias fase gugur di musim ini. Wacana tersebut langsung berasal dari Presiden UEFA Aleksander Ceferin dan Ketua Asosiasi Klub Eropa Andrea Agnelli.

Dilansir dari Soccerway, Selasa (20/11), sebelumnya VAR sendiri akan diberlakukan di Liga Champions mulai musim depan, namun belakangan wacana tersebut akan dipercepat dalam rangka untuk proses pengujian teknologi tersebut.

“Kami sudah mulai melakukan semua persiapan. [Kepala wasit UEFA] Roberto Rosetti dan timnya sangat bagus. Ada sudut pandang penting – wasit dan semua aspek teknis,” kata Ceferin dalam konferensi pers di Brussels.

“Saya mengharapkan laporan dalam seminggu atau lebih dan kemudian kita akan melihat kapan kita dapat menerapkannya. Pada musim depan yang terbaru,” sambungnya.

Senada dengan Ceferin, Agnelli yang notabene merupakan pemilik Juventus siap mendukung wacana UEFA untuk mempercepat penerapan VAR di ajang Liga Champions.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya