Connect with us

Cavani-Neymar Rujuk, PSG Kian Menyeramkan

Cavani dan Neymar akhirnya berdamai Franc Fife / AFP

Paris – Dua megabintang Paris Saint Germain (PSG), Edinson Cavani dan Neymar Jr rupanya sudah tak lagi bersitegang. Keduanya tampak sudah akur dan saling memberi selamat kala masing-masing mencetak gol. Dengan begitu, sah sudah PSG resmi kembali kian menakutkan di musim ini.

Korban rujuk kembalinya Cavani-Neymar adalah Girondins Bordeaux, pemegang enam kali gelar juara Ligue 1 Perancis. Tim yang saat ini bertengger di peringkat 5 di klasemen sementara itu dibuat tak berdaya setelah menyerah 6-2 dalam laga Sabtu malam (30/9) tadi. Aksi trio Cavani-Neymar-dan Kylian Mbappe jadi biang keroknya.

Menarik disoroti adalah dua gol Neymar. Gol pertama Neymar dicetak lewat tendangan bebas. Sedangkan gol kedua striker Brasil itu dihasilkan melalui tendangan penalti.

Seperti diketahui, keduanya sempat terlibat cekcok hingga berlanjut ke pertengkaran hebat kala berebut jatah eksekusi tendangan bebas dan penalti. Cavani yang diimingi bonus besar bila sukses menjadi top skor musim ini tampak angkuh ingin merebut semua kesempatan mencetak gol. Puncaknya terjadi pekan lalu, saat Neymar yang kesal melontarkan permintaan agara Cavani lebih baik dijual saja.

Namun apa yang terjadi dalam laga melawan Bordeaux semalam pun menyiratkan keduanya sudah berdamai. Cavani memberikan jatah tendangan bebas dan penalti kepada Neymar. Sebaliknya, Neymar yang merupakan pemain termahal di dunia itu memberikan asisst matang hingga Cavani mencetak gol juga. Keduanya pun saling rangkul kala mencetak gol. Sedangkan tiga gol PSG lainnya dicetak Thomas Meunier, Julian Draxler dan Mbappe.

Semenjak kedatangan Neymar dan Mbappe di PSG, tim besutan Unai Emery belum pernah terkalahkan. Bahkan dari sepuluh pertandingan terakhir PSG, mereka bisa mencetak 35 gol dan hanya kebobolan 5 gol saja. Di level Liga Champions Eropa pun, PSG mampu mempercundangi Bayern Munchen dengan skor telak 3-0 hingga pelatihnya Carlo Ancelotti sampai dipecat karenanya. Siapa berikutnya?

10 Pertandingan Terakhir

PSG – Amiens: 2-0
(Cavani, Pastore)

Guingamp – PSG: 0-3
(Ikoko, Cavani, Neymar)

PSG – Toulouse: 6-2
(Neymar, Rabiot, Cavani, Pastore, Kurzawa, Verratti)

PSG – Saint Etienne: 3-0
(Cavani [2], T. Motta)

Metz – PSG : 1-5
(Cavani [2], Mbappe, Neymar, Lucas Moura)

(Liga Champions) Celtic – PSG: 0-5
(Neymar, Mbappe, Cavani [2], Lustig [og])

PSG – Lyon: 2-0
(Marcelo [og], Morel [og])

Montpellier – PSG: 0-0

(Liga Champions) PSG – Bayern Munchen: 3-0
(Dani Alves, Cavani, Neymar)

PSG – Bordeaux: 6-2
(Neymar [2], Cavani, Meunier, Draxler, Mbappe)

PSG hanya sekali gagal menang yakni melawan Montpellier. Itu pun karena Neymar yang tengah bersitegang dengan Cavani tidak dimainkan oleh pelatih Emery. Neymar bahkan tidak dibawa di kursi cadangan dengan alasan cedera.

PSG kini memiliki 22 poin dan masih berada di puncak klasemen Ligue 1, unggul tiga angka dari kompetitor terdekatnya Monaco.

Novianto

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Reuni Alumni 212 Jelas Kapitalisasi Agama demi Kepentingan Politik

Oleh

Fakta News
Reuni Alumni 212

Jakarta – Reuni Alumni 212 yang bakal digelar awal Desember di Lapangan Monas Jakarta dianggap bentuk kapitalisasi agama demi kepentingan politik. Reuni tersebut seharusnya tidak diadakan lantaran tuntutan aksi 212 sudah diakomodasi.

Hal tersebut diungkapkan pengamat politik Lingkar Madani. Ia menilai kegiatan alumni 212 ini bukan murni kegiatan agama, melainkan kegiatan politik. Ia juga keheranan mengapa harus ada acara tersebut. Pasalnya, tuntutan aksi 212 sudah dipenuhi dengan Basuki Tjahaja Purnama dipenjara.

“Itu sudah jelas politik, enggak ada hubungannya lagi dengan agama, enggak ada hubungannya dengan dakwah, apa yang mereka tuntut sudah dipenjara kok. Apalagi gunanya, itu politik murni politik, murni untuk kepentingan politik. Enggak ada hubungannya dengan dakwah. Saya pikir mereka hanya mau mengapitalisasi agama ini. Mengapitalisasi agama terus-menerus untuk kepentingan politik. Enggak ada hubungannya dengan dakwah,” kata Ray kepada wartawan di D’Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/11).

Ray pun mengaku masih belum paham apa sebenarnya tujuan acara reuni alumni 212. Ia membandingkan dengan demonstrasi 1998 untuk menggulingkan rezim Soeharto dan Orde Baru. Usai berhasil menggulingkan, tak ada perkumpulan alumni maupun acara reuninya.

“Yang saya juga enggak mengerti tujuannya apa? Masak demonstrasi pakai alumni, alumni pakai reuni. Ada-ada saja. Yang besar sekali pun perjuangan 98 itu ya berhenti di 98. Waktu jatuh ya jatuh. Bahwa anggotanya membentuk kelompok-kelompok tertentu ya silakan saja. Enggak ada reuni 98 yang jatuhin soeharto, enggak ada,” imbuhnya.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Kubu Jokowi Anggap Amien Rais Tidak Dewasa dalam Berpolitik

Oleh

Fakta News
Bersikap toleran
Amien Rais.(Istimewa)
asasasasa

Jakarta – Kubu Joko Widodo-Maruf Amin menilai, pernyataan Amien Rais yang memaksa Muhammadiyah untuk memihak salah satu calon di pemilihan presiden menunjukkan sikap Amien Rais yang tidak dewasa dalam berpolitik.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Tim Kampanye Jokowi-Maruf Amin Ace Hasan Syadzily. Selain menunjukkan Amin Rais tidak dewasa, pernyataan tersebut juga menunjukkan bahwa sosok Amien Rais bukan negarawan tulen.

“Hanya karena beliau pendukung Prabowo-Sandi mau mendikte Muhamamdiyah mendukung paslon tertentu. Itu menunjukkan ketidakdewasaan politik sebagai politisi yang dikenal selalu menjaga demokrasi,” jelas Ace, seperti dikutip dari Merdeka.com, Rabu (21/11).

Justru, dengan paksaan dan desakan tersebut, suara Muhammadiyah malah enggan memilih Prabowo-Sandi. “Kalau terus menerus seperti itu, saya tidak yakin Prabowo mendapatkan dukungan dari Muhammadiyah,” tegasnya.

Sikap tersebut sama sekali tidak mencerminkan sosok negarawan. Politikus Partai Golkar ini menambahkan, sebagai negarawan, seharusnya Amien Rais menjaga agar ormas, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, tidak diseret ke ranah politik praktis.

“Sebetulnya secara organisasi Muhammadiyah dan NU tidak menunjukkan dukungan secara tegas, itu perlu terus dijaga bahwa citra ormas Islam tidak terseret ke dalam politik praktis hanya untuk kekuasaan semata,” tegasnya lagi.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Penggunaan Teknologi VAR di Liga Champions Dipercepat?

Oleh

Fakta News
var
Ilustrasi.(Foto: Istimewa)

Jakarta – Setelah sukses digunakan dalam beberapa turnamen FIFA, ternyata kehadiran teknologi Video Assistant Refree (VAR) disambut baik oleh sejumlah klub Eropa.

Video Asisten Wasit (VAR) kemungkinan besar akan segera diterapkan di ajang Liga Champions, tepatnya ketika memasuki babak knock out alias fase gugur di musim ini. Wacana tersebut langsung berasal dari Presiden UEFA Aleksander Ceferin dan Ketua Asosiasi Klub Eropa Andrea Agnelli.

Dilansir dari Soccerway, Selasa (20/11), sebelumnya VAR sendiri akan diberlakukan di Liga Champions mulai musim depan, namun belakangan wacana tersebut akan dipercepat dalam rangka untuk proses pengujian teknologi tersebut.

“Kami sudah mulai melakukan semua persiapan. [Kepala wasit UEFA] Roberto Rosetti dan timnya sangat bagus. Ada sudut pandang penting – wasit dan semua aspek teknis,” kata Ceferin dalam konferensi pers di Brussels.

“Saya mengharapkan laporan dalam seminggu atau lebih dan kemudian kita akan melihat kapan kita dapat menerapkannya. Pada musim depan yang terbaru,” sambungnya.

Senada dengan Ceferin, Agnelli yang notabene merupakan pemilik Juventus siap mendukung wacana UEFA untuk mempercepat penerapan VAR di ajang Liga Champions.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya