Connect with us

Kemendag Cari Strategi Imbangi Serbuan Barang China ke Indonesia

Jakarta – Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Arlinda, menyatakan pemerintah terus mencari strategi untuk memperkuat posisi ekspor Indonesia ke China. Mengingat negara tersebut selama ini cukup agresif menyerbu pasar global, termasuk ke Indonesia.

Ia mengungkapkan, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendorong ekspor Indonesia ke China adalah dengan gencar melakukan promosi produk-produk potensial ke negara ini.

“Kita harus gencar promosi ekspor ke Tiongkok untuk menyeimbangkan hubungan perdagangan kedua negara. Mengacu pada target ekspor tahun ini, strategi pengembangan ekspor produk Indonesia di Tiongkok menjadi hal yang kita perhatikan,” kata Arlinda di Jakarta, Senin (11/9).

Lebih lanjut Arlinda menyatakan, upaya memperkenalkan produk ekspor potensial Indonesia ini salah satunya dengan melakukan promosi dengan kerjasama bersama Atase Perdagangan RI di beijing dan KJRI Guangzhou. Tidak hanya produk-produk unggulan yang berpotensi ditingkatkan dalam perdagangan, namun juga di sektor pariwisata dan investasi pada CAEXPO 2017.

“Produk-produk yang ditampilkan dibagi ke dalam zonasi produk antara lain food and beverages, home decoration, funiture, accessories and jewelry, dan consumer goods,” ujarnya.

Di sektor pariwisata, Indonesia memperkenalkan tujuan-tujuan wisata unggulan Nusantara yang berpotensi dimintai turis China. Peluang ini dapat memberikan kesempatakan baik untuk memulai interaksi bisnis, memperluas pasar di Tiongkok, dan meningkatkan perdagangan.

“Diharapkan dengan adanya promosi ekspor ke Tiongkok ini, para pelaku usaha Indonesia diharapkan mampu mengembangkan pasarnya di Tiongkok secara mandiri,” ungkapnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan total nilai perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok mencapai US$47,6 miliar, dengan 96% berasal dari nilai perdagangan nonmigas. Ekspor nonmigas ke RRT tercatat US$15,11 miliar sedangkan impor nonmigas Indonesia dari Tiongkok sebesar US$30,69 miliar.

Sementara itu, selama periode Januari-Juni 2017, total nilai perdagangan kedua negara mencapai US$25,84 miliar dengan nilai perdagangan nonmigas sebesar US$24,8 miliar. Nilai ini meningkat 18,25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$21,04 miliar.

Peningkatan ekspor nonmigas Indonesia ke China juga terjadi pada semster I 2017 sebesar 49,67% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan nilai US$9,1 miliar. Selama Januari-Juni 2017, nilai impor nonmigas dari China US$15,7 miliar atau meningkat 5,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2016.

Produk ekspor utama Indonesia ke China antara lain batu bara, minyak kelapa sawit dan turunannya, olahan serbuk kayu, nikel, dan karet. Pada tahun 2017, ekspor nonmigas ke China ditargetkan meningkat sebesar 8,67% menjadi US$15,9 miliar. (Fitriya – Ipotnews)

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Reuni Alumni 212 Jelas Kapitalisasi Agama demi Kepentingan Politik

Oleh

Fakta News
Reuni Alumni 212

Jakarta – Reuni Alumni 212 yang bakal digelar awal Desember di Lapangan Monas Jakarta dianggap bentuk kapitalisasi agama demi kepentingan politik. Reuni tersebut seharusnya tidak diadakan lantaran tuntutan aksi 212 sudah diakomodasi.

Hal tersebut diungkapkan pengamat politik Lingkar Madani. Ia menilai kegiatan alumni 212 ini bukan murni kegiatan agama, melainkan kegiatan politik. Ia juga keheranan mengapa harus ada acara tersebut. Pasalnya, tuntutan aksi 212 sudah dipenuhi dengan Basuki Tjahaja Purnama dipenjara.

“Itu sudah jelas politik, enggak ada hubungannya lagi dengan agama, enggak ada hubungannya dengan dakwah, apa yang mereka tuntut sudah dipenjara kok. Apalagi gunanya, itu politik murni politik, murni untuk kepentingan politik. Enggak ada hubungannya dengan dakwah. Saya pikir mereka hanya mau mengapitalisasi agama ini. Mengapitalisasi agama terus-menerus untuk kepentingan politik. Enggak ada hubungannya dengan dakwah,” kata Ray kepada wartawan di D’Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/11).

Ray pun mengaku masih belum paham apa sebenarnya tujuan acara reuni alumni 212. Ia membandingkan dengan demonstrasi 1998 untuk menggulingkan rezim Soeharto dan Orde Baru. Usai berhasil menggulingkan, tak ada perkumpulan alumni maupun acara reuninya.

“Yang saya juga enggak mengerti tujuannya apa? Masak demonstrasi pakai alumni, alumni pakai reuni. Ada-ada saja. Yang besar sekali pun perjuangan 98 itu ya berhenti di 98. Waktu jatuh ya jatuh. Bahwa anggotanya membentuk kelompok-kelompok tertentu ya silakan saja. Enggak ada reuni 98 yang jatuhin soeharto, enggak ada,” imbuhnya.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Kubu Jokowi Anggap Amien Rais Tidak Dewasa dalam Berpolitik

Oleh

Fakta News
Bersikap toleran
Amien Rais.(Istimewa)
asasasasa

Jakarta – Kubu Joko Widodo-Maruf Amin menilai, pernyataan Amien Rais yang memaksa Muhammadiyah untuk memihak salah satu calon di pemilihan presiden menunjukkan sikap Amien Rais yang tidak dewasa dalam berpolitik.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Tim Kampanye Jokowi-Maruf Amin Ace Hasan Syadzily. Selain menunjukkan Amin Rais tidak dewasa, pernyataan tersebut juga menunjukkan bahwa sosok Amien Rais bukan negarawan tulen.

“Hanya karena beliau pendukung Prabowo-Sandi mau mendikte Muhamamdiyah mendukung paslon tertentu. Itu menunjukkan ketidakdewasaan politik sebagai politisi yang dikenal selalu menjaga demokrasi,” jelas Ace, seperti dikutip dari Merdeka.com, Rabu (21/11).

Justru, dengan paksaan dan desakan tersebut, suara Muhammadiyah malah enggan memilih Prabowo-Sandi. “Kalau terus menerus seperti itu, saya tidak yakin Prabowo mendapatkan dukungan dari Muhammadiyah,” tegasnya.

Sikap tersebut sama sekali tidak mencerminkan sosok negarawan. Politikus Partai Golkar ini menambahkan, sebagai negarawan, seharusnya Amien Rais menjaga agar ormas, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, tidak diseret ke ranah politik praktis.

“Sebetulnya secara organisasi Muhammadiyah dan NU tidak menunjukkan dukungan secara tegas, itu perlu terus dijaga bahwa citra ormas Islam tidak terseret ke dalam politik praktis hanya untuk kekuasaan semata,” tegasnya lagi.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Penggunaan Teknologi VAR di Liga Champions Dipercepat?

Oleh

Fakta News
var
Ilustrasi.(Foto: Istimewa)

Jakarta – Setelah sukses digunakan dalam beberapa turnamen FIFA, ternyata kehadiran teknologi Video Assistant Refree (VAR) disambut baik oleh sejumlah klub Eropa.

Video Asisten Wasit (VAR) kemungkinan besar akan segera diterapkan di ajang Liga Champions, tepatnya ketika memasuki babak knock out alias fase gugur di musim ini. Wacana tersebut langsung berasal dari Presiden UEFA Aleksander Ceferin dan Ketua Asosiasi Klub Eropa Andrea Agnelli.

Dilansir dari Soccerway, Selasa (20/11), sebelumnya VAR sendiri akan diberlakukan di Liga Champions mulai musim depan, namun belakangan wacana tersebut akan dipercepat dalam rangka untuk proses pengujian teknologi tersebut.

“Kami sudah mulai melakukan semua persiapan. [Kepala wasit UEFA] Roberto Rosetti dan timnya sangat bagus. Ada sudut pandang penting – wasit dan semua aspek teknis,” kata Ceferin dalam konferensi pers di Brussels.

“Saya mengharapkan laporan dalam seminggu atau lebih dan kemudian kita akan melihat kapan kita dapat menerapkannya. Pada musim depan yang terbaru,” sambungnya.

Senada dengan Ceferin, Agnelli yang notabene merupakan pemilik Juventus siap mendukung wacana UEFA untuk mempercepat penerapan VAR di ajang Liga Champions.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya