Connect with us

Nama Bakal Calon Wagub Khofifah Diumumkan Pertengahan November

Surabaya – Bakal calon pendamping Khofifah Indar Parawansa yang maju Cagub Jatim telah mengerucut menjadi dua nama. Nama keduanya telah digodog Tim 17 yang terdiri kiai dan bu nyai itu akan segera diserahkan kepada partai koalisi pengusung Khofifah. Rencananya pertengahan November diharapkan bisa diputuskan satu nama dan langsung deklarasi.

Juru bicara Tim 17 KH Asep Saifuddin Chalim mengatakan kedua nama bakal calon wagub Khofifah ini hasilnya sudah signifikan, namun Asep menjelaskan namanya belum boleh disebutkan. Kiai Asep menambahkan, dari dua nama tersebut dibawa ke partai koalisi pengusung Khofifah untuk kemudian diputuskan satu nama yang berhak mendampingi Khofifah. “Insyaallah minggu depan atau belum seminggu Insyaallah sudah diputuskan satu nama diusung bersama-sama,” jelasnya kepada wartawan usai rapat tertutup bersama Khofifah pada Minggu (5/11/2018).

Ketika ditanyakan apakah dua nama itu adalah Ipong Muchlisoni (Bupati Ponorogo) dan Emil Dardak (Bupati Trenggalek)? Kiai Asep masih enggan untuk mengungkapkannya. “Ya bisa birokrat, bisa politisi,” jawab dia.

Kiai Asep yang juga pengasuh Ponpes Amanatul Ummah menjelaskan bahwa sosok tersebut diyakini cocok mendampingi Khofifah. Selain itu dirinya optimistis bacawagub tersebut dapat mendulang suara di Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 mendatang. “Kriterianya bisa mendampingi Bu Khofifah. Mereka Insyaallah akan menambah dulangan suara,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, nampak hadir KH Salahuddin Wahid, Nyai Lili Wahid, Nyai Masruro dari Probolinggo, KH Suyuti dari Banyuwangi dan kiai serta nyai lainnya yang tergabung bersama 17 orang. Tim 17 bersama Khofifah saat rapat tadi, juga membeberkan rekam jejaknya kedua nama bacawagub.

“Tadi sudah membentangkan tentang rekam jejaknya dan seterusnya. Tinggal satu langkah lagi pasti segera yaitu dimintakan kepada partai pengusung untuk disepakati satu nama dan itu didukung oleh seluruh partai pengusung,” jelasnya lagi.

Menurut Kiai Asep dengan telah mengerucutnya dua nama bakal calon pendamping Khofifah, diharapkan Khofifah juga tentunya harus cocok dan senang dengan mungerucutnya 2 nama yang sudah dikantongi. Kiai Asep menambahkan Khofifah sudah sreg dengan dua nama yang disodorkan untuk mendampinginya. “Bu Khofifah senang dengan kedua-duanya. Artinya bisa bekerja sama dengan dua-duanya,” ungkapnya.

Selanjutnya Kyai Asep meyakini dua nama tersebut dapat diterima Partai Demokrat yang selama ini merasa jumlah kursinya terbanyak dan merasa wakil adalah jatahnya.

Dirinya sudah berulang kali menyampaikan bahwa, ada sinar yang tengah menyingsing bagi masyarakat Jawa Timur untuk terwujudnya Jawa Timur yang adil dan makmur. Rapat finalisasi kepastian pendamping Khofifah akan digelar bersama Tim 17, seluruh parpol koalisi digelar pada minggu depan.

“Dan itu akan bisa dipahami seluruh partai, termasuk Demokrat. Insyaallah ada jalan keluarnya. Insyaallah sekitar pertengahan November ini sudah dideklarasikan,” tutupnya.

 

Ping.

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Reuni Alumni 212 Jelas Kapitalisasi Agama demi Kepentingan Politik

Oleh

Fakta News
Reuni Alumni 212

Jakarta – Reuni Alumni 212 yang bakal digelar awal Desember di Lapangan Monas Jakarta dianggap bentuk kapitalisasi agama demi kepentingan politik. Reuni tersebut seharusnya tidak diadakan lantaran tuntutan aksi 212 sudah diakomodasi.

Hal tersebut diungkapkan pengamat politik Lingkar Madani. Ia menilai kegiatan alumni 212 ini bukan murni kegiatan agama, melainkan kegiatan politik. Ia juga keheranan mengapa harus ada acara tersebut. Pasalnya, tuntutan aksi 212 sudah dipenuhi dengan Basuki Tjahaja Purnama dipenjara.

“Itu sudah jelas politik, enggak ada hubungannya lagi dengan agama, enggak ada hubungannya dengan dakwah, apa yang mereka tuntut sudah dipenjara kok. Apalagi gunanya, itu politik murni politik, murni untuk kepentingan politik. Enggak ada hubungannya dengan dakwah. Saya pikir mereka hanya mau mengapitalisasi agama ini. Mengapitalisasi agama terus-menerus untuk kepentingan politik. Enggak ada hubungannya dengan dakwah,” kata Ray kepada wartawan di D’Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/11).

Ray pun mengaku masih belum paham apa sebenarnya tujuan acara reuni alumni 212. Ia membandingkan dengan demonstrasi 1998 untuk menggulingkan rezim Soeharto dan Orde Baru. Usai berhasil menggulingkan, tak ada perkumpulan alumni maupun acara reuninya.

“Yang saya juga enggak mengerti tujuannya apa? Masak demonstrasi pakai alumni, alumni pakai reuni. Ada-ada saja. Yang besar sekali pun perjuangan 98 itu ya berhenti di 98. Waktu jatuh ya jatuh. Bahwa anggotanya membentuk kelompok-kelompok tertentu ya silakan saja. Enggak ada reuni 98 yang jatuhin soeharto, enggak ada,” imbuhnya.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Kubu Jokowi Anggap Amien Rais Tidak Dewasa dalam Berpolitik

Oleh

Fakta News
Bersikap toleran
Amien Rais.(Istimewa)
asasasasa

Jakarta – Kubu Joko Widodo-Maruf Amin menilai, pernyataan Amien Rais yang memaksa Muhammadiyah untuk memihak salah satu calon di pemilihan presiden menunjukkan sikap Amien Rais yang tidak dewasa dalam berpolitik.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Tim Kampanye Jokowi-Maruf Amin Ace Hasan Syadzily. Selain menunjukkan Amin Rais tidak dewasa, pernyataan tersebut juga menunjukkan bahwa sosok Amien Rais bukan negarawan tulen.

“Hanya karena beliau pendukung Prabowo-Sandi mau mendikte Muhamamdiyah mendukung paslon tertentu. Itu menunjukkan ketidakdewasaan politik sebagai politisi yang dikenal selalu menjaga demokrasi,” jelas Ace, seperti dikutip dari Merdeka.com, Rabu (21/11).

Justru, dengan paksaan dan desakan tersebut, suara Muhammadiyah malah enggan memilih Prabowo-Sandi. “Kalau terus menerus seperti itu, saya tidak yakin Prabowo mendapatkan dukungan dari Muhammadiyah,” tegasnya.

Sikap tersebut sama sekali tidak mencerminkan sosok negarawan. Politikus Partai Golkar ini menambahkan, sebagai negarawan, seharusnya Amien Rais menjaga agar ormas, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, tidak diseret ke ranah politik praktis.

“Sebetulnya secara organisasi Muhammadiyah dan NU tidak menunjukkan dukungan secara tegas, itu perlu terus dijaga bahwa citra ormas Islam tidak terseret ke dalam politik praktis hanya untuk kekuasaan semata,” tegasnya lagi.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Penggunaan Teknologi VAR di Liga Champions Dipercepat?

Oleh

Fakta News
var
Ilustrasi.(Foto: Istimewa)

Jakarta – Setelah sukses digunakan dalam beberapa turnamen FIFA, ternyata kehadiran teknologi Video Assistant Refree (VAR) disambut baik oleh sejumlah klub Eropa.

Video Asisten Wasit (VAR) kemungkinan besar akan segera diterapkan di ajang Liga Champions, tepatnya ketika memasuki babak knock out alias fase gugur di musim ini. Wacana tersebut langsung berasal dari Presiden UEFA Aleksander Ceferin dan Ketua Asosiasi Klub Eropa Andrea Agnelli.

Dilansir dari Soccerway, Selasa (20/11), sebelumnya VAR sendiri akan diberlakukan di Liga Champions mulai musim depan, namun belakangan wacana tersebut akan dipercepat dalam rangka untuk proses pengujian teknologi tersebut.

“Kami sudah mulai melakukan semua persiapan. [Kepala wasit UEFA] Roberto Rosetti dan timnya sangat bagus. Ada sudut pandang penting – wasit dan semua aspek teknis,” kata Ceferin dalam konferensi pers di Brussels.

“Saya mengharapkan laporan dalam seminggu atau lebih dan kemudian kita akan melihat kapan kita dapat menerapkannya. Pada musim depan yang terbaru,” sambungnya.

Senada dengan Ceferin, Agnelli yang notabene merupakan pemilik Juventus siap mendukung wacana UEFA untuk mempercepat penerapan VAR di ajang Liga Champions.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya