Connect with us

Indonesia Raya Berkumandang di Asian Indoor Martial Arts Games

Tim Poomsae Taekwondo Putra Indonesia.(Foto: kemlu.go.id)

Asghabat – Lagu Indonesia Raya untuk pertama kalinya berkumandang pada The 5th Asian Indoor Martial Arts Games (AIMAG) 2017 di Asghabat, Turkmenistan (22/9/2017).  Lagu kebangsaan mengumandang, setelah Tim Poomsae Taekwondo Putra Indonesia, yang terdiri dari Maulana Haidir, Muhammad Wahyu dan Muhammad Alfi Kusuma, berhasil meraih medali emas. Tim Indonesia mengalahkan Iran dengan skor 117,6 – 117,2.

Hingga kini, kontingen Indonesia menempati posisi ke-20 dengan perolehan 1 medali emas (poomsae taekwondo putra beregu) dan 2 perak (poomsae taekwondo putri beregu dan tunggal putri bowling).

Indonesia juga memperoleh medali 9 perunggu (ju jitsu duo show putra, belt wrestling putri 55kg dan 75kg, taekwondo putri 46kg dan 53kg serta tunggal putri poomsae, track cycling putri, gulat tradisional gaya bebas 70kg putri dan angkat berat 58kg putri).

Sementara peringkat puncak diduduki oleh tuan rumah Turkmenistan dengan 62 emas, 50 perak dan 55 perunggu.

Kontingen Indonesia mengikuti 13 dari 21 cabang olahraga yang dipertandingkan yaitu 3×3 basketball, belt wrestling, bowling, catur, indoor tennis, ju jitsu, kurash, sambo, taekwondo, track cycling, gulat tradisional, angkat berat dan gulat, dengan menurunkan total 99 orang atlet.

Sesuai informasi yang diperoleh dari kontingen olahraga Indonesia, dalam event kali ini, Indonesia belajar banyak dari keunggulan kontingen olahraga negara-negara lain yang memiliki prestasi diberbagai cabang olahraga bela diri seperti ju jitsu dan taekwondo. Ajang olahraga ini dimaksudkan pula untuk melatih kesiapan Indonesia menghadapai Asian Games 2018.

The 5th AIMAG yang bertema “Health, Inspiration, Friendship” ini berlangsung dari tanggal 17-27 September 2017, diikuti oleh 45 negara anggota Olympic Council of Asia (OCA), 17 negara anggota Oceania National Olympic Committees dan 1 refugee team. Informasi lengkap mengenai perkembangan kejuaraan dan perolehan medali dapat dilihat melalui website ashgabat2017.com (KBRI Tehran)

Ping.

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Reuni Alumni 212 Jelas Kapitalisasi Agama demi Kepentingan Politik

Oleh

Fakta News
Reuni Alumni 212

Jakarta – Reuni Alumni 212 yang bakal digelar awal Desember di Lapangan Monas Jakarta dianggap bentuk kapitalisasi agama demi kepentingan politik. Reuni tersebut seharusnya tidak diadakan lantaran tuntutan aksi 212 sudah diakomodasi.

Hal tersebut diungkapkan pengamat politik Lingkar Madani. Ia menilai kegiatan alumni 212 ini bukan murni kegiatan agama, melainkan kegiatan politik. Ia juga keheranan mengapa harus ada acara tersebut. Pasalnya, tuntutan aksi 212 sudah dipenuhi dengan Basuki Tjahaja Purnama dipenjara.

“Itu sudah jelas politik, enggak ada hubungannya lagi dengan agama, enggak ada hubungannya dengan dakwah, apa yang mereka tuntut sudah dipenjara kok. Apalagi gunanya, itu politik murni politik, murni untuk kepentingan politik. Enggak ada hubungannya dengan dakwah. Saya pikir mereka hanya mau mengapitalisasi agama ini. Mengapitalisasi agama terus-menerus untuk kepentingan politik. Enggak ada hubungannya dengan dakwah,” kata Ray kepada wartawan di D’Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/11).

Ray pun mengaku masih belum paham apa sebenarnya tujuan acara reuni alumni 212. Ia membandingkan dengan demonstrasi 1998 untuk menggulingkan rezim Soeharto dan Orde Baru. Usai berhasil menggulingkan, tak ada perkumpulan alumni maupun acara reuninya.

“Yang saya juga enggak mengerti tujuannya apa? Masak demonstrasi pakai alumni, alumni pakai reuni. Ada-ada saja. Yang besar sekali pun perjuangan 98 itu ya berhenti di 98. Waktu jatuh ya jatuh. Bahwa anggotanya membentuk kelompok-kelompok tertentu ya silakan saja. Enggak ada reuni 98 yang jatuhin soeharto, enggak ada,” imbuhnya.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Kubu Jokowi Anggap Amien Rais Tidak Dewasa dalam Berpolitik

Oleh

Fakta News
Bersikap toleran
Amien Rais.(Istimewa)
asasasasa

Jakarta – Kubu Joko Widodo-Maruf Amin menilai, pernyataan Amien Rais yang memaksa Muhammadiyah untuk memihak salah satu calon di pemilihan presiden menunjukkan sikap Amien Rais yang tidak dewasa dalam berpolitik.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Tim Kampanye Jokowi-Maruf Amin Ace Hasan Syadzily. Selain menunjukkan Amin Rais tidak dewasa, pernyataan tersebut juga menunjukkan bahwa sosok Amien Rais bukan negarawan tulen.

“Hanya karena beliau pendukung Prabowo-Sandi mau mendikte Muhamamdiyah mendukung paslon tertentu. Itu menunjukkan ketidakdewasaan politik sebagai politisi yang dikenal selalu menjaga demokrasi,” jelas Ace, seperti dikutip dari Merdeka.com, Rabu (21/11).

Justru, dengan paksaan dan desakan tersebut, suara Muhammadiyah malah enggan memilih Prabowo-Sandi. “Kalau terus menerus seperti itu, saya tidak yakin Prabowo mendapatkan dukungan dari Muhammadiyah,” tegasnya.

Sikap tersebut sama sekali tidak mencerminkan sosok negarawan. Politikus Partai Golkar ini menambahkan, sebagai negarawan, seharusnya Amien Rais menjaga agar ormas, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, tidak diseret ke ranah politik praktis.

“Sebetulnya secara organisasi Muhammadiyah dan NU tidak menunjukkan dukungan secara tegas, itu perlu terus dijaga bahwa citra ormas Islam tidak terseret ke dalam politik praktis hanya untuk kekuasaan semata,” tegasnya lagi.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Penggunaan Teknologi VAR di Liga Champions Dipercepat?

Oleh

Fakta News
var
Ilustrasi.(Foto: Istimewa)

Jakarta – Setelah sukses digunakan dalam beberapa turnamen FIFA, ternyata kehadiran teknologi Video Assistant Refree (VAR) disambut baik oleh sejumlah klub Eropa.

Video Asisten Wasit (VAR) kemungkinan besar akan segera diterapkan di ajang Liga Champions, tepatnya ketika memasuki babak knock out alias fase gugur di musim ini. Wacana tersebut langsung berasal dari Presiden UEFA Aleksander Ceferin dan Ketua Asosiasi Klub Eropa Andrea Agnelli.

Dilansir dari Soccerway, Selasa (20/11), sebelumnya VAR sendiri akan diberlakukan di Liga Champions mulai musim depan, namun belakangan wacana tersebut akan dipercepat dalam rangka untuk proses pengujian teknologi tersebut.

“Kami sudah mulai melakukan semua persiapan. [Kepala wasit UEFA] Roberto Rosetti dan timnya sangat bagus. Ada sudut pandang penting – wasit dan semua aspek teknis,” kata Ceferin dalam konferensi pers di Brussels.

“Saya mengharapkan laporan dalam seminggu atau lebih dan kemudian kita akan melihat kapan kita dapat menerapkannya. Pada musim depan yang terbaru,” sambungnya.

Senada dengan Ceferin, Agnelli yang notabene merupakan pemilik Juventus siap mendukung wacana UEFA untuk mempercepat penerapan VAR di ajang Liga Champions.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya