Connect with us

Tiket Online Indonesia Versus Jepang Sudah Habis

Tiket Online Sudah Habis
Egy Maulana Vikri alami cedera ringan jelang laga lawan JepangDimas Rachmadan

Jakarta – Minggu (28/10) besok, hidup mati tim nasional U-19 Indonesia akan ditentukan di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Garuda Muda akan melawan juara Grup B Jepang U-19 dalam babak perempatfinal Piala Asia U-19. Yang menang dalam laga itu, akan lolos otomatis ke Piala Dunia U-20. Saking pentingnya, tiket online sudah habis sejak Jumat kemarin.

Ya, rupanya duel Timnas Indonesia U-19 melawan Jepang ini disambut antusias oleh masyarakat. Kepala Media dan Digital PSSI, Gatot Widakdo mengamini kalau penjualan tiket online sudah habis.

Ia menyampaikan bagi pendukung yang belum mendapatkan tiket, bisa membeli di Permata Belezza.

“Kami siapkan 70.000 tiket. Untuk online sekira 40.000 yang bisa diakses melalui situs resmi kami. Kemudian 30.000 lewat offline yang bisa didapatkan H-1 dan pada hari pertandingan,” kata Gatot di Jakarta, Jumat (26/10) kemarin.

“H-1 bisa didapatkan di Belezza, sedangkan hari pertandingan di Lapangan S. Sejauh ini untuk tiket online sudah habis. Sisa untuk offline kami siapkan juga beberapa kategori yang sekaligus bisa didapatkan di loket pembelian,” tambahnya.

Baca Juga:

PSSI menjual tiket dengan harga yang bervariasi di berbagai kategori. Paling malah dibanderol Rp800 ribu untuk VIP dan termurah adalah Rp75 ribu di kategori ketiga alias tribune atas.

Sebagaimana diketahui, Timnas Jepang U-19 tampil begitu impresif di ajang ini. Jepang masuk perempat final dengan nilai sempurna, sembilan poin dari tiga pertandingan.

Samurai Muda juga mencatat rekor memasukkan-kemasukan 13-3 gol. 13 gol Jepang dicetak oleh delapan pemain, yaitu Taisei Miyashiro (3 gol), Koki Saito (3 gol), Taichi Hara (2 gol), Hiroki Abe, Hiroki Ito, Takefusa Kubo, Kyosuke Tagawa, dan Yuta Taki.

Jepang memainkan semua pertandingan grup di Stadion Pakansari Cibinong. Mereka memulai turnamen dengan menundukkan Korea Utara 5-2, kemudian menang 3-1 atas Thailand, dan terakhir menang 5-0 atas Irak.

“Berapa banyak kira-kira penonton yang akan datang ke SUGBK? 30 ribu? Kemarin itu (Indonesia U-19 vs Uni Emirat Arab) yang datang 30 ribuan, saya kira akan lebih banyak pada Minggu (28/10) nanti. Betul begitu kan?” ujar pelatih Jepang, Masanaga Kageyama, usai laga melawan Irak, seperti dilansir CNN Indonesia.

“Kami ingin menikmati atmosfer di sana (SUGBK), karena di sini (Stadion Pakansari) adalah panggung yang bagus dengan sedikit sekali penonton. Kami memang tim tamu, tapi akan menjadi sebuah kehormatan bermain di SUGBK. Sebuah kehormatan bagi siapapun, bagi Indonesia maupun Jepang,” sambungnya.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Reuni Alumni 212 Jelas Kapitalisasi Agama demi Kepentingan Politik

Oleh

Fakta News
Reuni Alumni 212

Jakarta – Reuni Alumni 212 yang bakal digelar awal Desember di Lapangan Monas Jakarta dianggap bentuk kapitalisasi agama demi kepentingan politik. Reuni tersebut seharusnya tidak diadakan lantaran tuntutan aksi 212 sudah diakomodasi.

Hal tersebut diungkapkan pengamat politik Lingkar Madani. Ia menilai kegiatan alumni 212 ini bukan murni kegiatan agama, melainkan kegiatan politik. Ia juga keheranan mengapa harus ada acara tersebut. Pasalnya, tuntutan aksi 212 sudah dipenuhi dengan Basuki Tjahaja Purnama dipenjara.

“Itu sudah jelas politik, enggak ada hubungannya lagi dengan agama, enggak ada hubungannya dengan dakwah, apa yang mereka tuntut sudah dipenjara kok. Apalagi gunanya, itu politik murni politik, murni untuk kepentingan politik. Enggak ada hubungannya dengan dakwah. Saya pikir mereka hanya mau mengapitalisasi agama ini. Mengapitalisasi agama terus-menerus untuk kepentingan politik. Enggak ada hubungannya dengan dakwah,” kata Ray kepada wartawan di D’Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/11).

Ray pun mengaku masih belum paham apa sebenarnya tujuan acara reuni alumni 212. Ia membandingkan dengan demonstrasi 1998 untuk menggulingkan rezim Soeharto dan Orde Baru. Usai berhasil menggulingkan, tak ada perkumpulan alumni maupun acara reuninya.

“Yang saya juga enggak mengerti tujuannya apa? Masak demonstrasi pakai alumni, alumni pakai reuni. Ada-ada saja. Yang besar sekali pun perjuangan 98 itu ya berhenti di 98. Waktu jatuh ya jatuh. Bahwa anggotanya membentuk kelompok-kelompok tertentu ya silakan saja. Enggak ada reuni 98 yang jatuhin soeharto, enggak ada,” imbuhnya.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Kubu Jokowi Anggap Amien Rais Tidak Dewasa dalam Berpolitik

Oleh

Fakta News
Bersikap toleran
Amien Rais.(Istimewa)
asasasasa

Jakarta – Kubu Joko Widodo-Maruf Amin menilai, pernyataan Amien Rais yang memaksa Muhammadiyah untuk memihak salah satu calon di pemilihan presiden menunjukkan sikap Amien Rais yang tidak dewasa dalam berpolitik.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Tim Kampanye Jokowi-Maruf Amin Ace Hasan Syadzily. Selain menunjukkan Amin Rais tidak dewasa, pernyataan tersebut juga menunjukkan bahwa sosok Amien Rais bukan negarawan tulen.

“Hanya karena beliau pendukung Prabowo-Sandi mau mendikte Muhamamdiyah mendukung paslon tertentu. Itu menunjukkan ketidakdewasaan politik sebagai politisi yang dikenal selalu menjaga demokrasi,” jelas Ace, seperti dikutip dari Merdeka.com, Rabu (21/11).

Justru, dengan paksaan dan desakan tersebut, suara Muhammadiyah malah enggan memilih Prabowo-Sandi. “Kalau terus menerus seperti itu, saya tidak yakin Prabowo mendapatkan dukungan dari Muhammadiyah,” tegasnya.

Sikap tersebut sama sekali tidak mencerminkan sosok negarawan. Politikus Partai Golkar ini menambahkan, sebagai negarawan, seharusnya Amien Rais menjaga agar ormas, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, tidak diseret ke ranah politik praktis.

“Sebetulnya secara organisasi Muhammadiyah dan NU tidak menunjukkan dukungan secara tegas, itu perlu terus dijaga bahwa citra ormas Islam tidak terseret ke dalam politik praktis hanya untuk kekuasaan semata,” tegasnya lagi.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Penggunaan Teknologi VAR di Liga Champions Dipercepat?

Oleh

Fakta News
var
Ilustrasi.(Foto: Istimewa)

Jakarta – Setelah sukses digunakan dalam beberapa turnamen FIFA, ternyata kehadiran teknologi Video Assistant Refree (VAR) disambut baik oleh sejumlah klub Eropa.

Video Asisten Wasit (VAR) kemungkinan besar akan segera diterapkan di ajang Liga Champions, tepatnya ketika memasuki babak knock out alias fase gugur di musim ini. Wacana tersebut langsung berasal dari Presiden UEFA Aleksander Ceferin dan Ketua Asosiasi Klub Eropa Andrea Agnelli.

Dilansir dari Soccerway, Selasa (20/11), sebelumnya VAR sendiri akan diberlakukan di Liga Champions mulai musim depan, namun belakangan wacana tersebut akan dipercepat dalam rangka untuk proses pengujian teknologi tersebut.

“Kami sudah mulai melakukan semua persiapan. [Kepala wasit UEFA] Roberto Rosetti dan timnya sangat bagus. Ada sudut pandang penting – wasit dan semua aspek teknis,” kata Ceferin dalam konferensi pers di Brussels.

“Saya mengharapkan laporan dalam seminggu atau lebih dan kemudian kita akan melihat kapan kita dapat menerapkannya. Pada musim depan yang terbaru,” sambungnya.

Senada dengan Ceferin, Agnelli yang notabene merupakan pemilik Juventus siap mendukung wacana UEFA untuk mempercepat penerapan VAR di ajang Liga Champions.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya